RAY dan TEMAN IMAJINASINYA – Hari Yang Tak Menyenangkan

Sejak pertemuannya dengan Dev, Ray menjadi lebih mudah bahkan sudah terbiasa melihat makhluk-makhluk halus yang sering tiba-tiba muncul dihadapannya.
Ia pernah dicap mengidap penyakit jiwa oleh teman-temannya karena sering kedapatan ngobrol sendiri. Ini yang membuat ia tidak nyaman selain kedatangan makhluk-makhluk itu yang selalu muncul secara tiba-tiba.

Suatu hari, ia sedang berajalan di koridor sekolah. Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh sekitar satu meter dari tempat ia berdiri dan menggelinding mendekatinya.. ternyata itu adalah sosok kepala pocong yang wajahnya hancur berlumuran darah. Ini benar-benar membuat tidak nyaman. Namun beberapa menit setelah sosok kepala itu menghilang, ia mulai bisa tenang kembali dan berlaga seperti tidak terjadi apa-apa dihadapan teman-temannya.

Saat ia masuk kelas, ternyata Dev sedang duduk di bangku tempat ia duduk. “Dev, ngapain kamu disini?” Ia berbicara sedikit keras sehingga membuat teman-temannya menoleh kearahnya. Ada salah satu temannya berteriak “Gila lu ya, ngomong sendiri?” Dan dilanjutkan dengan sorakan anak-anak sekelas “huuuuuuuuu…”. Namun Ray hanya tertunduk tanpa mengatakan apapun. Tiba-tiba Dev menghilang dan Ray pun duduk di bangkunya, bangku ketiga dari depan pada barisan pertama.

Beberapa saat kemudian Mr.Darman masuk ke kelas. Kami menyebutnya Mr. karena ia adalah salah satu guru bahasa Inggis. Aktifitas belajarpun berjalan dengan lancar sampai waktunya kami pulang.

TEMAN IMAJINASI – Pertemuan Pertama

Kisah ini berawal sejak saya masuk SMA, sekitar tujuh tahun yang lalu. Karena jarak antara rumah dan sekolah itu berjauhan, akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di sebuah Kost. Selain untuk belajar mandiri, juga untuk menghemat ongkos pulang-pergi yang cukup mahal waktu itu.

Dari awal saya masuk, saya memutuskan untuk mengikuti salah satu organisasi yang menarik minat dan perhatian saya yaitu PASKIBRA.

Singkat cerita, organisasi-organisasi di Sekolah saya mau mengadakan pelatihan gabungan sekaligus pelantikan anak-anak baru ditiap-tiap organisasi tersebut yang dilaksanakan dua hari satu malam. Semangat saya begitu besar waktu itu karena organisasi itu memang menarik minat saya.

Saat siang hari, semuanya berjalan secara normal dan tidak ada hal apapun yang mengganggu berjalannya acara LATGAB tersebut. Sekitar jam 11.30 malam, saya baru sadar kalau saya belum shalat Isya. Akhirnya saya bergegas untuk pergi ke sebuah Mushola Sekolah yang letaknya paling ujung bawah diantara bangunan-bangunan yang lain. Ketika sampai disitu, perasaan saya mulai tidak enak, saya merasa saat itu begitu hening dari sebelumnya seperti hanya saya sendiri yang ada di Sekolah. Tiba-tiba bulu kuduk-ku sedikit merinding, namun saya tidak menghiraukan perasaan itu. Saya bergegas mengambil wudhu disamping Mushola lantas masuk dan melaksanakan shalat. Setelah selesai shalat, bulu kuduk-ku semakin merinding.. seperti ada yang berlari dan meniup leher belakangku, entah siapa. Setelah saya memberanikan menoleh kebelakang, ternyata tidak ada seorangpun disana.
“Ah sudahlah, mungkin itu cuma perasaanku saja” pikirku.
Namun, perasaan sepi itu semakin mencekam, angin berhembus kencang, dinginnya sampai menembus tulangku. Saya berniat untuk kembali ke kelas menemui teman-temanku yang semuanya berada disana. Setelah memakai sepatu, saya berlari menuju ruangan kelas, namun baru saja dua langkah saya berlari.. tiba-tiba saya menabrak seorang anak yang memakai baju serba putih dan tidak pernah saya lihat sebelumnya. Sepintas tidak ada yang aneh dari anak itu.. Dia tersenyum dan secara spontan saya memalingkan muka. Begitu saya berniat melihat dia lagi, tiba-tiba dia sudah tidak ada. Itu benar-benar membuat saya semakin merinding. Saya tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun karena takut malah membuat heboh.

Pelantikan itu selesai sekitar jam 4 pagi. Setelah membersihkan diri, semua anak- anak bergegas untuk shalat subuh. Seperti biasa, saya pergi ke Mushola paling terakhir karena saya tau pasti antrian untuk mengambil wudhu pasti panjang mengingat hanya ada dua water-tap disitu.

Saat saya melewati ruangan belakang kelas XI-IPA, tiba-tiba dari kejauhan saya melihat sosok yang tadi malam saya lihat. Dia tersenyum.. saat itu saya memberanikan diri mendekatinya dengan perasaan was-was. Dia menyebut namanya, “Dev”. Kami berbincang-bincang dan tiba-tiba saya terkejut karena ada yang menepuk pundak saya sambil berteriak “Hey! Ngomong sama siapa kamu?” Ternyata itu teman saya.. “Oy, nih saya ngobrol sama si Dev” saya menjawab. | Dev? Mana? Gak ada orang disini.. cuma ada kita berdua.. | Hahh? Kamu gak liat !? | Ah ngarang! Udah saya duluan, mau shalat. Saya hanya bisa bengong disitu bahkan sempat tidak bisa berpikir dan berkata apa-apa.
Hey Dev, kenapa kamu tidak bisa dilihat oleh orang lain? Namun dia hanya tersenyum. Tiba-tiba dia menceritakan siapa dia sebenarnya. Ternyata kami berbeda alam.. Dia adalah penunggu tempat itu.. Saya semakin terkejut dan ngomongpun terbata-bata. Ja..ja..jadi ka..kaa.. | namun dia memotong, “Kamu jangan takut, aku tidak akan ganggu kamu, aku hanya ingin berteman denganmu” sejak saat itu kamipun berteman. Namun yang membuat saya kesal, dia selalu muncul secara tiba-tiba dan itu sangat menganggu mengagetkan. Bahkan siang haripun dia selalu muncul untuk mengajak saya berbincang-bincang. Itulah sebabnya saya tidak terlalu dekat dengan teman-teman sekelas, saya selalu menyendiri. Lebih asyik dengan teman baru saya, Dev. Entah itu nyata atau tidak.. Sayapun masih belum mengerti..

SOMEONE LIKE YOU LYRICS (SUNDANESE TRANSLATE)

Someone like you lyric (Sundanese translate)

“Someone Like You – Batur Anu Sapeurtos Anjeun”

I heard that you’re settled down.
Ngadangu yen anjeun atos panceug.
That you found a girl and you’re married now.
Yen anjeun atos meundakan parawan, yen anjeun atos ngalaki-rabi.
I heard that your dreams came true.
Ngadangu yen impenan anjeun atos kacumponan.
Guess she gave you things I didn’t give to you.
Pasti anjeuna tiasa masihan sagala anu kuabdi teu tiasa dipasihan ka anjeun.

Old friend, why are you so shy?

Sobat lami, naha anjeun beut isin?
Ain’t like you to hold back or hide from the light.
Padahal anjeun sanes jalmi anu sok asa-asa atanapi anu sok nyumput tina cahaya.

I hate to turn up out of the blue uninvited.

Abdi beundu keudah wedal anjog-anjog teu diondang.
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it.
Tapi abdi teu tiasa cicing wae, abdi teu kiat.
I had hoped you’d see my face
Panghareupan abdi anjeun ningal raray abdi.
and that you’d be reminded
Teuras ku abdi kaemut.
That for me it isn’t over.
Yen kanggo abdi ieu teu acan lekasan.

Never mind, I’ll find someone like you.

Teu sawios, abdi bakal meundakan anu sapeurtos ajeun.
I wish nothing but the best for you too.
Abdi mung tiasa ngadu’akeun anu nyongcolang kanggo anjeun.
Don’t forget me, I beg
Ulah mopohokeun abdi, omat
I’ll remember you said,
Abdi emut anjeun kantos nyarios,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
“Kadang cinta tiasa langggeung tapi kadang cinta oge nyeleukit”.
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”
“Kadang cinta tiasa langgeung tapi kadang cinta oge nyeleukit”.

You know how the time flies.

Anjeun bakal teurang yen wanci enggal ngalangkung.
Only yesterday was the time of our lives.
Neumbe kamari urang sasareungan.
We were born and raised.
Urang wedal sarta ageung.
In a summer haze.
Nalika halimun usum panas.
Bound by the surprise of our glory days.
Kabeungkeut kukejutan dinteun-dinteun jaya urang.

I hate to turn up out of the blue uninvited.

Abdi beundu keudah wedal anjog-anjog teu diondang.
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it.
Tapi abdi teu tiasa cicing wae, abdi teu kiat.
I’d hoped you’d see my face and that you’d be reminded.
Panghareupan abdi anjeun ningal raray abdi teuras ku abdi kaemut.
That for me it isn’t over.
Yen kanggo abdi ieu teu acan lekasan.

Never mind, I’ll find someone like you.

Teu sawios, abdi bakal meundakan anu sapeurtos ajeun.
I wish nothing but the best for you too.
Abdi mung tiasa ngadu’akeun anu nyongcolang kanggo anjeun.
Don’t forget me, I beg.
Ulah mopohokeun abdi, omat.
I’ll remember you said,
Abdi emut anjeun kantos nyarios,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.”
“Kadang cinta tiasa langggeung tapi kadang cinta oge nyeleukit”.

Nothing compares,

Teu aya anu sabanding,
No worries or cares,
Teu keudah hariwang atanapi paduli,
Regrets and mistakes,
Kaduhung sareung kaleupatan,
They are memories made.
Eta sadayana kenangan anu atos didameul.
Who would have known.. how.. bittersweet this would taste?
Saha anu teurang.. kumaha.. simalakama kitu karaosna?