RAY dan TEMAN IMAJINASINYA – Hari Yang Tak Menyenangkan

Sejak pertemuannya dengan Dev, Ray menjadi lebih mudah bahkan sudah terbiasa melihat makhluk-makhluk halus yang sering tiba-tiba muncul dihadapannya.
Ia pernah dicap mengidap penyakit jiwa oleh teman-temannya karena sering kedapatan ngobrol sendiri. Ini yang membuat ia tidak nyaman selain kedatangan makhluk-makhluk itu yang selalu muncul secara tiba-tiba.

Suatu hari, ia sedang berajalan di koridor sekolah. Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh sekitar satu meter dari tempat ia berdiri dan menggelinding mendekatinya.. ternyata itu adalah sosok kepala pocong yang wajahnya hancur berlumuran darah. Ini benar-benar membuat tidak nyaman. Namun beberapa menit setelah sosok kepala itu menghilang, ia mulai bisa tenang kembali dan berlaga seperti tidak terjadi apa-apa dihadapan teman-temannya.

Saat ia masuk kelas, ternyata Dev sedang duduk di bangku tempat ia duduk. “Dev, ngapain kamu disini?” Ia berbicara sedikit keras sehingga membuat teman-temannya menoleh kearahnya. Ada salah satu temannya berteriak “Gila lu ya, ngomong sendiri?” Dan dilanjutkan dengan sorakan anak-anak sekelas “huuuuuuuuu…”. Namun Ray hanya tertunduk tanpa mengatakan apapun. Tiba-tiba Dev menghilang dan Ray pun duduk di bangkunya, bangku ketiga dari depan pada barisan pertama.

Beberapa saat kemudian Mr.Darman masuk ke kelas. Kami menyebutnya Mr. karena ia adalah salah satu guru bahasa Inggis. Aktifitas belajarpun berjalan dengan lancar sampai waktunya kami pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s