Kunang-Kunang Terbang Siang

Ada getaran halus yg mengalir dari hati..
Menjalar keseluruh tubuh…
Hingga menindih kepekaan hatiku yg paling dalam..

Kebingunganpun merasuki perasaanku..
Sekalipun ada sebersit kerinduan yg hampir tidak tertahankan..
Tekadku membunuh perasaan cinta itu lebih meraja..

Tuhan, apa ini?
Sucikah ini?
Adakah restu dari-Mu?
Jika merindukannya..
Disetiap langkah dan desah napasku..

Namun memilikimu..
Bagai kunang-kunang terbang siang..
______________________
Hary Elmo,
October, 19 2011

RUMUS CINTA

Cinta itu layaknya “adverb of time”
Kadang dipandang sebelah mata, namun sangat berarti.

Tapi cinta kita bukan “dangling sentence”
Keliru dalam pemahaman karena “dangling modifier”
Walau bergandengan, tapi tidak berarti apa-apa serta butuh waktu lama untuk dapat dimengerti.

Bagaikan “modal auxiliaries”
Semuanya berarti “harus”
Ibarat kita.. harus bersatu

Kita bagaikan minimal sebuah kalimat “s+v” yang saling melengkapi
Merasa hilang jika salah satunya tiada

Kita bukan “simple past tense”
Yang hidup dimasa lalu

Tapi kita bagaikan “past future perfect”
Yang tidak akan mengulang masa lalu

Kita juga bagaikan “present continuous dan future perfect continuous tense”
Untuk saat ini.. dan masa depan.

Memang.. hidup bukan hanya sekedar rumus,
Tapi tanpa itu, kita kehilangan arah dan tak tau cara melangkah.

———————————————————–
Hary Elmo,
Cikalong Wetan, Jan 18 2015

BECAUSE OF YOU

I have never felt like this before
That’s I knew
Because of you
I have learned to understanding
I have learned to feeling
Yourself

Because of you
I have changed one’s mind
I have found out my new soul
At last

Because of you
I have found out my way
I do not get lost anymore
And will not get lost anymore

Because of you
I will not come back
For ever
Until disappear
In quietness.